Friday, 20 October 2017

KETIKA RASULULLAH MERASA LAPAR

(dinukil dan diedit dari beberapa sumber)
===================================
Tengah hari di kota Madinah sangatlah panasnya. Dan dalam cuaca yang demikian itu pada umumnya banyak penduduk Madinah yang lebih suka memilih “qaylullah” atau tidur siang. Akan tetapi dalam keadaan yang demikian itu sahabat Rasulullah; Abu Bakar As-Shiddiq keluar dari rumahnya, dan dengan langkah terhuyung-huyung ia berjalan menuju Masjid. Dan beberapa saat kemudian Umar bin Khattab menyusul pula ke Masjid. Dan setibanya di masjid ia bertanya kepada sahabatnya itu: “ Wahai Abu Bakar, apa yang menyebabkan engkau keluar rumah dan berada di Masjid pada jam seperti ini.”
Abu Bakar menjawab: “Aku keluar karena lapar.” Lalu Umar pun berkata: “Demi Allah yang diriku ada dalam genggaman-Nya, akupun keluar rumah karena lapar.”

Saat keduanya duduk dan berbincang-bincang Rasulullah SAW datang ke Masjid dan bertanya: “Wahai sahabat, mengapa kalian keluar pada jam seperti ini.” Dan nyaris serempak keduanya menjawab: “Kami merasa lapar ya Rasulullah.” Sambil tersenyum Rasulullah pun berkata kepada kedua sahabatnya itu: “Demi Allah  yang mengutusku dengan kebenaran, akupun sama seperti kalian. Akupun merasa lapar. Oleh sebab itu mari kita pergi ke rumah Abu Ayyub Al-Anshari.”

Setibanya di rumah Ayyub, Rasulullah dan kedua sahabat beliau disambut oleh istrinya dengan  mengucapkan: “marhaban bi Nabiyillah wa biman ma’ah” (Selamat datang ya Nabiyallah dan orang-orang yang bersamanya). Kemudian Rasulullah bertanya tentang Ayyub dan dijelaskan oleh istrinya, bahwa Ayyub sedang keluar sebentar dan segera kembali ke rumah.

Ayyub Al-Anhsari sangat senang mendapat kunjungan tersebut, lalu ia memotong setandan kurma untuk dihidangkan kepada Rasulullah dan sahabat. Melihat itu Rasulullah SAW menegur Ayyub: “Wahai Ayyub, mengapa engkau memotong setandan kurma. Padahal yang akan dimakan hanyalh beberapa butir saja.”
Berkata Ayyub Al-Anshari: “Ya Rasulullah, saya  ingin engkau memakan kurma yang sudah masak ataupun yang masih muda. Karena  itulah saya mengambilnya setandan, agar engkau bisa memilih mana yang paling engkau sukai.”

Selanjutnya untuk menjamu Rasulullah dan sahabat beliau, Ayyub Al-Anshari menyembelih se-ekor kambing muda; yang setengah dimasak/digulai dan yang setengahnya lagi dipanggang. Tatkala hidangan sampai di hadapan beliau, Rasulullah berkata kepada Ayyub: “Hai Ayyub, jika engkau berkenan tolong berikan sebahagian dari hidangan ini kepada putriku Fatimah. Sebab sudah beberapa waktu ini dia tidak memperoleh makanan yang seperti ini.”
Dan Ayyub pun bersegera melaksanakan apa yang diminta oleh Rasulullah dan mengantarkan makanan tersebut ke rumah Fatimah.

Rasulullah dan sahabat beliau makan sampai kenyang. Kemudian beliau berkata: “Roti, daging, kurma masak, kurma segar dan kurma yang muda.” Rasulullah menyebut apa saja makanan yang telah beliau santap hari itu sementara air mata tergenang di pelupuk mata beliau. Kemudian beliau berkata lagi: “Demi Allah yang diriku ada di tangan-Nya, inilah nikmat yang kelak akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah di Hari Kiamat nanti.” Lalu beliau membaca ayat 8 Surah At-Takats-tsur yang artinya: “Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu (Hari Kiamat) tentang nikmat dunia yang kamu peroleh.”
-000-
Berkata Syaikh Muhammad Yusron: “Jika baru sekadar makanan yang disantap Rasulullah SAW dan sahabat beliau dalam riwayat tersebut sudah diminta pertanggungjawabannya oleh Allah; Maka bagaimana pula kita harus mempertanggungjawabkan  kenikmatan dunia yang lain serta makanan-makanan lainnya yang telah memenuhi isi perut kita. Padahal ada di antaranya yang kita peroleh dari jalan yang haram.” Wallahua’lam.

Bagansiapiapi, 30 Muharram 1439 H / 20 Oktober 2017.

KH.Bachtiar Ahmad

Sekapur Sirih

Bagi yang berminat dengan tulisan yang ada, silahkan dicopy agar dapat berbagi dengan yang lain sebagai salah satu upaya kita untuk menunaikan “amar ma’ruf nahi munkar” yang diperintahkan Allah SWT.