Friday, 11 August 2017

NASIHAT GURUKU (57): Janji Iblis Laknatullah.

0leh: KH.Bachtiar Ahmad
 ====================
Anakku, tatkala ianya diusir dari Surga, maka Iblis laknatullah telah berjanji di hadapan Allah Ta’ala dengan satu ancaman untuk menyesatkan anak keturunan Adam. Peristiwa ini Allah jelaskan dengan Firman-Nya:

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, maka aku  benar-benar akan menghalang-halangi / menyesatkan  mereka (anak keturunan Adam) dari jalan Engkau yang lurus; // kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka; dan akan  Engkau dapati banyak di antara mereka yang tidak bersyukur (ta’at kepada-Mu).” (Q.S. Al-A’raf: 16-17)

Anakku, sekarang ini semakin hari semakin terang dan nyata apa yang dijanjikan Iblis laknatullah itu terjadi dalam kehidupan kita. Iblis beserta anak keturunannya yang dilaknat Allah telah berhasil memporak porandakan keimanan dan keta’atan sebahagian besar orang-orang yang mengaku beriman kepada Allah; Bahkan hal ini bisa saja kita yang mengalaminya.

Anakku, harta; tahta dan wanita adalah godaan Iblis laknatullah yang ada di depan kita. Dan inilah yang telah membuat banyak manusia menyimpang dari jalan Allah. Padahal Allah Ta’ala telah memberi peringatan:

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang di-ingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Q.S. Ali ‘Imran: 14)

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (Q.S. Al-Anfal: 28)

Anakku, adapun yang disebut Iblis laknatullah  untuk menghalangi kita dari jalan Allah dari  arah belakang ialah; sesuatu yang tersembunyi yang entah disadari atau tidak kita terjebak di dalamnya, yakni berupa sifat Riya’ dan Ujub dalam beramal; tumbuhnya kesombongan diri dan lain sebagainya. Sedangkan yang dari arah kanan adalah berupa kenikmatan duniawi yang kita terima dari Allah, yang kerap kali melalaikan kita dari Allah, yang dalam hal ini juga telah diperingatkan Allah kepada kita dengan Firman-Nya:

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al-Munafiqun: 9)

Sedangkan halangan yang dilakukan oleh Iblis laknatullah dari arah kiri adalah dengan cara memanfaatkan musibah yang diujikan Allah kepada kita, yang dengan hal itu kalaupun kita tidak langsung menyalahkan Allah, maka paling tidak kita akan kehilangan kesabaran. Padahal Allah telah memberi pengajaran kepada kita dengan Firman-Nya:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan; Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar; // (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun”; //  Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. Al-Baqarah: 155-157)

Anakku, karena arah depan; belakang; kanan dan kiri telah dimanfa’atkan oleh Iblis laknatullah beserta anak keturunannya untuk menghalangi kita dari jalan Allah; Maka kupesankan kepadamu untuk benar-benar memanfaatkan jalan atau arah bawah dan atas untuk meloloskan diri dari halangan itu, yakni perbanyaklah sujud dan do’amu untuk memohon pertolongan dan pelindungan Allah dari bujuk rayu Iblis laknatullah yang menghalang-halangimu dari jalan yang Allah ridhai. Bersabarlah dengan segala ketentuan yang Allah tetapkan ke atas dirmu dan dirikanlah olehmu sholat dengan sungguh-sungguh; baik yang Allah wajibkan maupun yang disunnahkan untuk mengerjakannya, karena hal yang demikian itulah yang diperintahkan Allah sebagaimana Firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah: 153)

Dan hendaklah engkau mengalahkan tipu daya Iblis Laknatullah beserta anak keturunannya dengan senantiasa bersyukur atas segala rahmat dan nikmat yang diberika Allah kepadamu, agar engkau termasuk ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang akan mendapat balasan sebagaimana yang dijanjikan Allah dengan Firman-Nya:

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan (yang baik) kepada orang-orang yang bersyukur.” (Q.S. Ali ‘Imran: 145)

Anakku, semoga pengajaran dan nasihatku ini bermanfaat bagimu, dan kepada Allah Ta’ala jualah kita berserah diri. Wallahua’lam.

Bagansiapiapi,  18 Dzulqaidah 1438 H / 11 Agustus 2017.
KH.Bachtiar Ahmad

Sekapur Sirih

Bagi yang berminat dengan tulisan yang ada, silahkan dicopy agar dapat berbagi dengan yang lain sebagai salah satu upaya kita untuk menunaikan “amar ma’ruf nahi munkar” yang diperintahkan Allah SWT.