Friday, 28 April 2017

KITA PUN AKAN SEPERTI KELEDAI

oleh: KH.Bachtiar Ahmad
=====================
Suatu ketika Sultan memberi Nashrudin Hoja seekor keledai dan berkata: “Hai Nashrudin, ajari keledai ini membaca, dan dalam dua minggu datanglah kembali kemari, agar bisa kita lihat hasilnya. Kalau kau berhasil, akan kuberi hadiah yang banyak.”

Dua minggu kemudian Nasrudin kembali ke istana dan tanpa banyak bicara Sultan menunjuk ke sebuah buku besar yang sudah disiapkan  untuk dibaca oleh si keledai. Lalu Nashrudin menggiring keledainya ke buku itu dan membuka sampulnya. Beberapa saat lamanya si Keledai menatap buku itu, dan tak lama kemudian iapun mulai membalik halamannya dengan lidahnya, mulai dari halaman pertama sampai selesai pada halaman terakhir.  Lalu dengan sedikit sombong Nashrudin berkata kepada Sultan: “Bagaimana tuanku, bukankah keledaiku bisa membaca ?.”

Lantaran tidak puas dengan keadaan itu, Sultan bertanya pada Nashrudin: “Bagaimana caramu mengajarinya membaca ?”

Nashrudin lalu berkisah:  “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar. Dan itulah yang kulakukan padanya selama dua minggu ini."
Dengan persaan tidak puas Sultan berkata kepada Nashrudin: “Tapi dengan begitu tentu saja ia tak bisa mengerti dengan apa yang dibaca dan yang dibolak-baliknya.”

Sambil tersenyum Nashrudin pun menyahut: “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Dan kita pun akan seperti keledai, kalau kita hanya sekadar membuka; membolak-balik dan membaca Kitab, bahkan Al-Quran sekalipun tanpa mau memahami; mengerti dan mengamalkan isinya ?

Sultan hanya bisa tertawa pahit mendengar ocehan memberi Nasrudin, dan mau tidak mau ia harus memberi  hadiah yang banyak sebagaimana yang telah dijanjikannya. Wallahua’lam.

Bagansiapiapi, 29 Rajab 1438 H / 26 April 2017

KH. BACHTIAR AHMAD

Sekapur Sirih

Bagi yang berminat dengan tulisan yang ada, silahkan dicopy agar dapat berbagi dengan yang lain sebagai salah satu upaya kita untuk menunaikan “amar ma’ruf nahi munkar” yang diperintahkan Allah SWT.