Friday, 24 May 2013

SI PENGHUNI SURGA



oleh: KH.Bachtiar Ahmad
======================
Dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik, dia berkata: “Sa’at kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, beliau berkata: “Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga.” Dan beberapa sa’at kemuian datanglah  seorang laki-laki dari kaum Anshar dengan bekas bekas air wudhu’ yang masih mengalir di jenggotnya, sedang tangan kirinya memegang terompah. Keesokan harinya Rasulullah saw mengatakan hal yang sama, dan ternyata laki-laki itu yang datang lagi persis seperti kedatangannya yang pertama kali. Dan hal yang sama terjadi lagi di hari ketiga.

Selanjutnya Anas r.a mengatakan; Bahwa melihat keadaan yang demikian, setelah Rasulullah SAW beranjak, Abdullah bin Amr bin Ash membuntuti laki-laki tadi sampai ke rumahnya. Lalu Abdullah berkata: “Aku telah bertengkar dengan ayahku, kemudian aku bersumpah untuk tidak mendatanginya selama tiga hari. Bila kau setuju, aku mau tinggal bersamamu sampai tiga hari.” Abdullah  sengaja berbohong dengan harapan agar laki-laki itu mau menerimanya menginap dan ia bias melihat amalan apa gerangan yang dilakukan oleh laki-laki tersebut, sehingga dirinya telah ijamin oleh Rasulullah SAW sebagai penghuni surga. Dan dengan senang hati laki-laki itupun menerima permintaan Abdullah bin Amr bin Ash.

Kata Anas r.a: “Abdullah menceritakan, bahwa dia telah menginap di tempat laki-laki itu selama tiga hari. Dia lihat orang itu sama sekali tidak bangun malam (bertahajjud). Hanya saja, setiap kali dia berkata dan menggeliat di atas ranjangnya, dia selalu membaca dzikir dan takbir sampai dia bangun untuk melaksanakan sholat subuh. Selain itu kata Abdullah: “Aku tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik.”

Setelah tiga malam berlalu dan hampir saja aku menyepelekan amalnya, aku terusik untuk bertanya: “Wahai hamba Allah, aku mohon ma’af kepadamu; bahwa sesungguhnya aku tidak pernah bertengkar dan tidak saling menyapa ayahku. Aku sengaja berbohong setelah aku mendengar Rasulullah SAW berkata tentang dirimu sebanyak tiga kali, bahwa engkau adalah salah seorang yang kelak akan menjadi penghuni surga. Maka akupun ingin bersamamu agar bisa melihat apakah amalanmu, sehingga Rasulullah SAW menyatakan hal itu kepada kami; dan aku berharap bisa mngambil pelajaran darimu untuk ku-ikuti. Tetapi kau ternyata tidak terlalu banyak beramal. Lalu apakah sebenarnya amalanmu, sehingga engkau mencapai derajat mulia sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah SAW itu”.

Mendengar perkataan Abdullah tersebut, laki-laki itupun menjawab: “Aku tidak mempunyai amalan kecuali yang telah kau lihat sendiri, bahwa aku hanya berusaha semaksimal mungkin melaksanakan apa-apa yang telah diwajibkan Allah dan Rasul-Nya. Dan disamping itu aku tidak pernah berlaku  curang terhadap seorang pun dari kaum muslimin. Aku juga tidak iri hati pada seseorang atas karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya; aku hanya selalu berusaha untuk berbagi kepada yang lain dengan apa yang ada padaku. Aku juga selalu berbaik sangka dengan siapapun.”
***

Barangkali bukan hanya Abdullah bin Amr bin Ash r.a yang terpana mendengar jawaban laki-laki (calon) “penghuni surga” tersebut, akan tetapi juga kita semua dan kemudian berkata dalam hati; bahwa amalan untuk menjadi penghuni surga sebenarnya tidaklah begitu sulit dan sukar. Namun pertanyaannya adalah; “Apakah kita sanggup melakukannya ?”. Wallahua’lam

(dipetik dan dieit dari Kisah-Kisah Sufistik)

Jakarta, 14 Rajab 1434 H / 24 Mei 2013
KH.Bachtiar Ahmad

No comments:

Post a Comment

Sekapur Sirih

Bagi yang berminat dengan tulisan yang ada, silahkan dicopy agar dapat berbagi dengan yang lain sebagai salah satu upaya kita untuk menunaikan “amar ma’ruf nahi munkar” yang diperintahkan Allah SWT.