Friday, 16 August 2013

JANGAN CUMA BICARA



oleh: KH.Bachtiar Ahmad
====================
Setiap ucapan dan perbuatan kita pasti akan diminta pertanggunganjawabannya oleh Allah SWT. Terlebih-lebih lagi setiap perkataan kita yang mengandung kebajikan dalam bentuk amar ma’ruf nahi mungkar; Dan oleh hal yang demikian itulah Allah SWT mengingatkan kita dengan firman-Nya:

 “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri..”  (Q.S. Al-Baqarah: 44)

Adapun tentang orang-orang yang hanya pandai berkata-kata, menyuruh orang lain melakukan kebajikan, sementara tidak melaksanakan sendiri apa-apa yang diucapkannya itu adalah laksana sebatang lilin. Ia hanya pandai memberikan cahaya dan penerangan kepada apa yang ada di sekitarnya, sementara dirinya sendiri dibiartkannya terbakar dan meleleh tanpa arti.  Hal ini secara tegas telah diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis:

“Perumpamaan orang yang mengajarkan kebajikan kepada orang lain dan melupakan dirinya sendiri, adalah merupakan lentera (lilin) yang menerangi orang sementara dia sendiri dalam keadaan terbakar.” (H.R. Imam Ahmad r.a)

Sementara itu di lain  sisi, maka menurut ketentuan hukum agama, orang yang semacam inilah yang disebut sebagai pendusta besar atau orang yang munafik yang sangat dibenci Allah SWT sebagaimana  yang secara tersurat dan tersirat dalam firman-NYA:

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? /  Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
 (Q.S. As-Shaff: 2-3)

Selain itu dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

“Pada hari Kiamat nanti seseorang akan dibawa dan dimasukkan ke dalam neraka, lalu isi perutnya terburai keluar, dia melilitkannya laksana himar (keledai) yang memutar gilingan. Para penghuni neraka berkumpul di dekatnya seraya bertanya: “Hai fulan, kenapa kamu ini? Bukankah dulu kamu memerin-tahkan untuk berbuat ma’ruf dan meninggalkan kemungkaran?” Lalu dia menjawab: “Memang dulu aku pernah memerintahkan kalian untuk melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan kemungkaran, tapi aku sendiri tidak melaksanakannya. Dan mencegah kalian agar tidak berbuat mungkar, malah sebaliknya aku yang melakukannya.”  (Al-Hadits)

Jadi dengan sedikit penjelasan di atas, maka marilah kita konsisten dengan apa yang kita bicarakan (dakwahkan); baik secara langsung atau hanya sekadar menuliskan “status facebook”, agar kita selamat dari kebencian dan kemurkaan Allah SWT. Wallahua’lam.

Bagansiapiapi, 09 Syawal 1434 H / 16 Agustus 2013
KH. BACHTIAR AHMAD

No comments:

Post a Comment

Sekapur Sirih

Bagi yang berminat dengan tulisan yang ada, silahkan dicopy agar dapat berbagi dengan yang lain sebagai salah satu upaya kita untuk menunaikan “amar ma’ruf nahi munkar” yang diperintahkan Allah SWT.